Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2024

NYAYIAN ANGIN


 

Angin berhembus lembut di celah pepohonan,

Membawa cerita dari tempat yang jauh,

Ia menyentuh daun, menciptakan harmoni,

Sebuah melodi alam yang abadi.


Angin bertanya pada hatiku yang gundah,

"Mengapa kau takut pada langkah?"

Ia berkata, "Hidup ini adalah perjalanan,

Tak ada jalan tanpa tantangan".


Aku mendengar suaranya yang lirih,

Membawa pesan cinta dari langit yang tinggi,

Ia mengajarkanku untuk berdamai,

Dengan masa lalu yang tak bisa kembali.


Dalam hembusannya, aku merasa bebas,

Seolah beban hilang dari bahu yang lemas,

Nyanyian angin adalah puisi yang tak terucap,

Membawa jiwa ke tempat yang paling damai.


Angin, bawa aku terbang jauh,

Ke cakrawala yang belum tersentuh,

Di sana, aku ingin menemukan arti,

Dari hidup yang terus berjalan ini.


Furqon Efendi

PURNAMA DI UJUNG MALAM

 


Purnama bersinar di ujung malam,

Seperti lentera yang menggantung di alam,

Bintang-bintang menari mengelilinginya,

Menyanyikan lagu cinta tanpa suara.


Aku berdiri di tengah sunyi,

Memandang bulan dengan hati yang letih,

Ia mengajakku merenung dalam diam,

Tentang hidup yang terus berjalan tanpa salam.


Dalam sinarnya yang redup namun hangat,

Aku menemukan kenyamanan yang erat,

Purnama adalah saksi bisu,

Dari jiwa-jiwa yang terbelenggu.


Ia mengingatkanku pada malam-malam lalu,

Saat aku tersesat, mencari arah baru,

Namun bulan tak pernah hilang,

Ia setia menyinari langit yang kelam.


Dan saat purnama akhirnya pudar,

Aku tahu ia membawa pesan yang benar,

Bahwa terang akan selalu kembali,

Menghidupkan jiwa yang hampir mati.


FURQON EFENDI

Senin, 02 Desember 2024

MELODI HUJAN

 


Hujan turun dengan irama tak tertata,

Menyentuh bumi dengan kasih yang tak berdaya,

Tetesannya jatuh, satu demi satu,

Seperti bisikan rindu dari waktu yang lalu.


Di atas atap, ia bermain melodi,

Nada-nada lembut membasuh memori,

Aku duduk di tepi jendela,

Menikmati hujan menyapa semesta.


Di setiap tetesnya, ada cerita,

Tentang Cinta, tentang luka dan asa,

Hujan mengajarkanku untuk tak menyerah,

Meski badai datang, semua takkan musnah.


Gemuruhnya adalah nada keberanian,

Menantang dunia dengan semangat tak berkesudahan,

Di bawah langit kelabu yang basah,

Ada harapan yang terus tumbuh, tak pernah lelah.


Dan saat hujan akhirnya reda,

Aku tahu ia meninggalkan jejak rasa,

Seolah berkata : "Aku kembali",

Dengan melodi yang lebih indah di lain hari.


Furqon Efendi

Minggu, 01 Desember 2024

SENANDUNG SENJA

 


Saat senja melukis langit dengan jingga,

Aku berdiri di tepi dermaga,

Angin laut membawa harum garam,

Merangkul hati yang lelah karam.


Ombak mengalun dengan nada lembut,

Seperti bisikan cinta yang tak berujung,

Langit merah merekah seperti mawar,

Mengabarkan akhir dari hari yang bersinar.


Aku memandang jauh ke cakrawala,

Dimana langit bertemu lautan tanpa cela,

Waktu berjalan perlahan tenggelam,

Membawa malam ke dalam pelukan alam.


Senja adalah puisi tanpa kata,

Sebuah keheningan yang berbicara,

Ia mengajak ku menyelami rindu,

Pada masa lalu yang indah namun pilu.


Dan ketika senja akhirnya sirna,

Aku tahu, ia meninggalkan janji abadi,

Bahwa esok, ia akan kembali,

Dengan warna baru yang mempesona hati.



Furqon Efendi

SEBUAH PERJALANAN

  Hidup adalah sebuah perjalanan panjang, Dengan jalan berliku, penuh tanjakan dan curam. Kadang langkahku terasa berat, Tapi aku tahu, aku ...