Tampilkan postingan dengan label puisi kerinduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi kerinduan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2024

JEJAK PASIR

 


Di tepi pantai yang sepi, aku melangkah,

Jejak kakiku tertinggal di atas pasir basah,

Setiap langkah adalah cerita,

Tentang mimpi dan harapan yang tak pernah pudar.


Ombak datang perlahan, menghapus jejakku,

Seolah waktu ingin melupakan masa lalu,

Tapi aku tahu, meski jejak itu hilang,

Kisahnya tetap abadi di hatiku yang tenang.


Pasir yang halus mengingatkan kelembutan,

Bahwa hidup tak selalu tentang kekuatan,

Kadang, yang lembut justru bertahan,

Dalam badai yang coba menghancurkan.


Aku menatap cakrawala yang tak berujung,

Di sana ada janji tentang hari yang agung,

Pasir mungkin lupa akan langkahku,

Tapi aku takkan lupa mimpi-mimpiku.


Hidup adalah pantai yang luas,

Setiap langkah membawa makna yang jelas,

Jejak mungkin hilang, namun kenangan abadi,

Menemani kita hingga akhir hari.


Furqon Efendi

Selasa, 03 Desember 2024

PURNAMA DI UJUNG MALAM

 


Purnama bersinar di ujung malam,

Seperti lentera yang menggantung di alam,

Bintang-bintang menari mengelilinginya,

Menyanyikan lagu cinta tanpa suara.


Aku berdiri di tengah sunyi,

Memandang bulan dengan hati yang letih,

Ia mengajakku merenung dalam diam,

Tentang hidup yang terus berjalan tanpa salam.


Dalam sinarnya yang redup namun hangat,

Aku menemukan kenyamanan yang erat,

Purnama adalah saksi bisu,

Dari jiwa-jiwa yang terbelenggu.


Ia mengingatkanku pada malam-malam lalu,

Saat aku tersesat, mencari arah baru,

Namun bulan tak pernah hilang,

Ia setia menyinari langit yang kelam.


Dan saat purnama akhirnya pudar,

Aku tahu ia membawa pesan yang benar,

Bahwa terang akan selalu kembali,

Menghidupkan jiwa yang hampir mati.


FURQON EFENDI

Senin, 02 Desember 2024

MELODI HUJAN

 


Hujan turun dengan irama tak tertata,

Menyentuh bumi dengan kasih yang tak berdaya,

Tetesannya jatuh, satu demi satu,

Seperti bisikan rindu dari waktu yang lalu.


Di atas atap, ia bermain melodi,

Nada-nada lembut membasuh memori,

Aku duduk di tepi jendela,

Menikmati hujan menyapa semesta.


Di setiap tetesnya, ada cerita,

Tentang Cinta, tentang luka dan asa,

Hujan mengajarkanku untuk tak menyerah,

Meski badai datang, semua takkan musnah.


Gemuruhnya adalah nada keberanian,

Menantang dunia dengan semangat tak berkesudahan,

Di bawah langit kelabu yang basah,

Ada harapan yang terus tumbuh, tak pernah lelah.


Dan saat hujan akhirnya reda,

Aku tahu ia meninggalkan jejak rasa,

Seolah berkata : "Aku kembali",

Dengan melodi yang lebih indah di lain hari.


Furqon Efendi

Minggu, 01 Desember 2024

SENANDUNG SENJA

 


Saat senja melukis langit dengan jingga,

Aku berdiri di tepi dermaga,

Angin laut membawa harum garam,

Merangkul hati yang lelah karam.


Ombak mengalun dengan nada lembut,

Seperti bisikan cinta yang tak berujung,

Langit merah merekah seperti mawar,

Mengabarkan akhir dari hari yang bersinar.


Aku memandang jauh ke cakrawala,

Dimana langit bertemu lautan tanpa cela,

Waktu berjalan perlahan tenggelam,

Membawa malam ke dalam pelukan alam.


Senja adalah puisi tanpa kata,

Sebuah keheningan yang berbicara,

Ia mengajak ku menyelami rindu,

Pada masa lalu yang indah namun pilu.


Dan ketika senja akhirnya sirna,

Aku tahu, ia meninggalkan janji abadi,

Bahwa esok, ia akan kembali,

Dengan warna baru yang mempesona hati.



Furqon Efendi

SEBUAH PERJALANAN

  Hidup adalah sebuah perjalanan panjang, Dengan jalan berliku, penuh tanjakan dan curam. Kadang langkahku terasa berat, Tapi aku tahu, aku ...