Tampilkan postingan dengan label puisi senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi senja. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2024

MELODI HUJAN

 


Hujan turun dengan irama tak tertata,

Menyentuh bumi dengan kasih yang tak berdaya,

Tetesannya jatuh, satu demi satu,

Seperti bisikan rindu dari waktu yang lalu.


Di atas atap, ia bermain melodi,

Nada-nada lembut membasuh memori,

Aku duduk di tepi jendela,

Menikmati hujan menyapa semesta.


Di setiap tetesnya, ada cerita,

Tentang Cinta, tentang luka dan asa,

Hujan mengajarkanku untuk tak menyerah,

Meski badai datang, semua takkan musnah.


Gemuruhnya adalah nada keberanian,

Menantang dunia dengan semangat tak berkesudahan,

Di bawah langit kelabu yang basah,

Ada harapan yang terus tumbuh, tak pernah lelah.


Dan saat hujan akhirnya reda,

Aku tahu ia meninggalkan jejak rasa,

Seolah berkata : "Aku kembali",

Dengan melodi yang lebih indah di lain hari.


Furqon Efendi

Minggu, 01 Desember 2024

SENANDUNG SENJA

 


Saat senja melukis langit dengan jingga,

Aku berdiri di tepi dermaga,

Angin laut membawa harum garam,

Merangkul hati yang lelah karam.


Ombak mengalun dengan nada lembut,

Seperti bisikan cinta yang tak berujung,

Langit merah merekah seperti mawar,

Mengabarkan akhir dari hari yang bersinar.


Aku memandang jauh ke cakrawala,

Dimana langit bertemu lautan tanpa cela,

Waktu berjalan perlahan tenggelam,

Membawa malam ke dalam pelukan alam.


Senja adalah puisi tanpa kata,

Sebuah keheningan yang berbicara,

Ia mengajak ku menyelami rindu,

Pada masa lalu yang indah namun pilu.


Dan ketika senja akhirnya sirna,

Aku tahu, ia meninggalkan janji abadi,

Bahwa esok, ia akan kembali,

Dengan warna baru yang mempesona hati.



Furqon Efendi

SEBUAH PERJALANAN

  Hidup adalah sebuah perjalanan panjang, Dengan jalan berliku, penuh tanjakan dan curam. Kadang langkahku terasa berat, Tapi aku tahu, aku ...